Laman

Sabtu, 05 November 2011

Peduli Sosial dan Lingkungan


Paguyuban Hemodialisis Terbentuk
Drs Sugeng Subagya MM
Humas Paguyuban Hemodialisis “Manunggaling Rasa”

Hemodialisis (cuci darah) adalah sebuah terapi . Kata ini berasal dari haemo yang berarti darah dan dialisis yang berarti dipisahkan. Hemodialisis merupakan salah satu dari terapi penggganti ginjal, yang digunakan pada penderita dengan penurunan fungsi ginjal, baik akut maupun kronik. Dalam keseharian tindakan hemodialisis dikenal masyarakat dengan “cuci darah”.
Tindakan cuci darah membutuhkan dukungan dana yang tidak sedikit. Tidak semua pasien yang membutuhkan cuci darah memiliki kemampuan ekonomi yang memadai. Contohnya pasien hemodialisis RS Panembahan Senopati Bantul. Mereka berasal dari berbagai lapisan masyarakat dengan latar belakang pekerjaan yang bermacam-macam. Ada pegawai negeri sipil, TNI/POLRI, pensiunan/purnawirawan, pegawai swasta, petani, ibu rumah tangga, bahkan buruh. Sedangkan apabila dilihat dari asal domisilinya, ada yang dari wilayah Kabupaten Gunungkidul, Kulonprogo, Bantul, Sleman, dan Kota Yogyakarta.
Karena latarbelakang itulah, maka beberapa pasien berinisiatif untuk bermusyawarah mencari jalan keluar bagi pasien kurang mampu.
Pada tanggal 24 Juli 2011 diselenggarakan rapat terbatas pasien HD di rumah Drs Pudjana, dusun Trasih, Giriasih, Purwosari, Gunungkidul. Salah satu keputusan rapat tersebut membentuk paguyuban penderita hemodialisis dengan diberi nama “Manunggaling Rasa”. Makna nama tersebut ialah saling berbagi rasa dalam suka dan duka.
Dalam waktu kurang dari 3 (tiga) bulan, minat para pasien untuk bergabung dalam paguyuban luar biasa. Semula tidak lebih dari 30 orang anggota, akhirnya lebih dari 170 orang bergabung. Bahkan dalam perkembangan terakhir, sampai dengan akhir Oktober 2011 ini telah terdaftar 256 (dua ratus lima puluh enam) orang anggota. Oleh karena itu pada rapat kedua, tanggal 14 Oktober 2011 diputuskan melengkapi susunan pengurus. Sebagai ketua adalah Drs Pudjana dan Sumadi, S.Pd. , sekretaris Sumarya, S.E, dan Rina Astuti, bendahara Fajar Srinanti dan Trini Darmayanti. Pengurus dilengkapi dengan coordinator dan bidang-bidang.
Tujuan paguyuban adalah merekatkan silaturahim diantara para pasien HD dan keluarganya sekaligus menggalang dana dari siapapun yang tidak mengikat untuk membantu para pasien HD yang kurang mampu.
Pada hari Minggu tanggal 23 Oktober 2011 diselenggarakan rapat anggota sekaligus kegiatan Sawalan dan dilanjutkan dengan Sarasehan dengan tema “Hidup Lebih Sehat Aktif dengan Hemodialisis. Materi sarasehan disampaikan oleh Dr. Agus Yuha Ahmadu, Sp.PD tentang “Gagal Ginjal dan Terapi Pengganti Ginjal”, Dr. Dra. Sumarni, M.Kes. tentang “Aspek Sosiologis Penderita Gagal Ginjal Guna Peningkatan Kualitas Hidup”, dan Dr. Martalena Br. Purba, M.Cn. tentang “Terapi Nutrisi Pada Pasien Gagal Ginjal Guna Peningkatan Kualitas Hidup”.
Dalamrangka pelaksanaan program kerja paguyuban, dalam waktu dekat akan diselenggarakan berbagai kegiatan antara lain pertemuan anggota secara rutin setiap tiga bulan sekali, penyuluhan hemodialisis, membentuk koperasi paguyuban, kunjungan silaturahim, pasar murah, dan menyalurkan bantuan bagi anggota yang memerlukan.
Sehubungan dengan hal itu, pengurus paguyuban menghimbau kepada berbagai pihak yang berkenan membantu mengembangkan paguyuban ini untuk berhubungan dan berkoordinasi dengan pengurus paguyuban melalui kontak person Drs Pudjana (081328473969) atau menghubungi secretariat paguyuban di Unit Hemodialisis RS Panembahan Senopati Bantul, Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo Bantul, 55714 Telpon (0274)6590499.

Sumber : 
Citizen Journalism Harian Pagi Tribun Jogja, Sabtu 5 November 2011 halam 1 dan 3.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar